
Penduduk adalah orang yang secara hukum berhak tinggal di
suatu daerah atau wilayah tersebut, dan mempunyai bukti kewarganegaraan yang
sah. Penduduk dalam ilmu sosiologi juga disebut sebagai kumpulan manusia yang
menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Penduduk-penduduk di setiap negara
di seluruh dunia, menempati wilayah dan alam serta geografis tertentu. Menurut
data yang dihimpun dari Biro Statistik masing-masing negara, kepadatan penduduk
dunia berdasarkan jumlah penduduknya diurutkan dari Asia, Afrika, Amerika,
Eropa, dan terakhir Oceania. Asia mendominasi dengan jumlah penduduk sekitar
4,2 milyar orang. Kemudian disusul Afrika dengan sekitar 1 milyar orang. Lalu
Amerika dengan sekitar 950 juta orang. Serta Eropa dan Oceania masing-masing
dengan sekitar 700 juta dan 35 juta orang. Dengan jumlah penduduk dunia di
masing-masing benua ini, estimasi jumlah penduduk dunia tahun 2012 sudah
mencapai 7 Milyar orang. Sungguh jumlah yang lumayan signifikan menghitung pada
tahun 2005 penduduk dunia terhitung 6,5 Milyar orang. Faktor-faktor yang
mempengaruhi pertambahan penduduk atau faktor-faktor demografi antara lain
yaitu; struktur umur, struktur perkawinan, paritas, disrupsi perkawinan, proporsi
perkawinan, dll.
Angka Kematian Kasar atau Crude
Death Rate adalah angka yang menghitung dan menunjukkan jumlah kematian
penduduk per 1000 penduduk dalam suatu wilayah tertentu pada pertengahan tahun
tertentu. Adapun rumus menghitung angka kematian kasar adalah:
CDR = Jumlah
kematian penduduk dalam tahun tertentu/Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
tententu X 1000 orang (bilangan konstan)
Angka Kematian Khusus atau Age
Spesific Death Rate (ASDR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap
1000 penduduk pada golongan umur tententu dalam satu tahun. Adapun rumus
menghitung angka kematian khusus adalah:)
ASDR =
Jumlah kematian penduduk umur tententu dalam satu tahun/Jumlah penduduk umur
tententu dalam satu tahun X 1000 orang (bilangan konstan)
Migrasi juga merupakan salah satu
faktor-faktor pertambahan dan pengurangan penduduk di suatu wilayah tertentu.
Migrasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi demografi dan
tingkat kepadatan penduduk di wilayah tertentu. Migrasi sendiri adalah
perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke suatu wilayah lainnya. Migrasi
terdiri dari Migrasi Internasional dan Migrasi Nasional. Migrasi Internasional
adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain yang melewati
batas teritorial suatu negara. Imigrasi dan Emigrasi merupakan salah
jenis-jenis migrasi internasional. Sedangkan Migrasi Nasional adalah
perpindahan internal atau dari suatu wilayah ke wilayah yang lainnya dalam
lingkup suatu negara tertentu. Jenis-jenis Migrasi Nasional yaitu antara lain
salah satunya adalah Transmigrasi. Transmigrasi merupakan salah satu contoh
dari migrasi. Transmigrasi adalah salah satu tujuan pemerintah untuk mengurangi
kepadatan penduduk dalam suatu wilayah dengan memindahkan penduduk itu sendiri
dari wilayah yang rate kepadatan penduduknya tinggi ke wilayah yang tingkat
kepadatan penduduknya rendah guna mendukung jalannya perekonomian negara itu
sendiri. Prosesnya yaitu dengan memindahkan penduduk yang berminat untuk
mengembangkan kemampuan dan jasanya serta hidup tinggal di daerah selain di
Jawa contohnya yang mempunyai kepadatan penduduk yang paling tinggi ke
Kalimantan yang rata-rata kepadatan penduduknya belum terlalu tinggi. Dampak,
akibat, dan manfaat dari transmigrasi ini sendiri antara lain: Hidupnya
perekonomian wilayah yang dijadikan lahan transmigrasi, Meningkatkan taraf
hidup masyarakat penduduk, Terjadi lalu lintas budaya dan persilangan yang
berdampak pada pertambahan budaya, dan Terciptanya hidup saling rukun,
menghormati, dan menghargai sebagai warna negara suatu negara agar saling
menguntungkan satu sama lain.
Struktur penduduk suatu negara
biasanya menggunakan kriteria umur atau berdasarkan umur untuk struktur
negaranya. Struktur penduduk berdasarkan kriteria umur antara lain:
a.
Penduduk muda: Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya
muda dengan kisaran umur 0-14 tahun
b.
Penduduk dewasa: Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian
penduduknya dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun
c.
Penduduk tua: Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian
penduduknya tua dengan kisaran umur 65 tahun ke atas
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah
sistem semi tertutup atau semi terbuka dimana sebagian besar nteraksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompo orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya juga dapat diartikan sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa
manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompeks yang mencakup
pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat, dan setiap kecakapan dan
kebiasaan.
Kemajuan teknologi informasi atau
IPTEK memang tidak dapat dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena
pada jaman dengan kemajuan teknologi informasi yang modern ini, setiap orang
berinteraksi melalui berbagai macam perangkat teknologi yang sudah menjamur
dimana-mana. Karena kemajuan IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk
mencegah punahnya budaya asli di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali
hilang. Kebudayaan masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi ke
generasi tetap terjaga dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk
mempertahankan budaya asli kita dari invasi budaya barat pun terasa sangat
sulit diwijudkan. Apalagi untuk sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak
orang yang tidak peduli. Yang jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita
sendiri bangsa Indonesia yang mau melestarikan dan mempertahankan kebudayaan
asli kita sendiri ?! Apakah hati dan perasaan nasionalisme kita tergerak hanya
setelah negara lain mencuri satu per satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah
bangsa lain mencurinya baru kita peduli dan teriak serta berkoar-koar
dengan lantang tanpa kita sadari sebelumnya ?! Maka dari itu, kita sebagai
generasi penerus bangsa Indonesia, harus pintar dalam menyeleksi budaya asing
yang secara pesat masuk ke Indonesia!
Kemajuan dalam era modern seperti
memang perlu. Tetapi bukan dengan yang namanya modern lalu sesuatu yang berbau
dahulu itu dilupakan. Kita harus tetap menanam dan mempertahankan apa yang
sudah kita punya dari dahulu sebagai identitas bangsa Indonesia. Sepertinya
rakyat Indonesia lebih menyukai budaya bangsa barat yang berasaskan kebebeasan
yang sebebas-bebasnya. Bukan dengan meniru adab berpakaian mereka yang bebas
atau meniru kebiasaan budaya barat seperti menenggak alkohol tanpa aturan dan
resep dokter atau juga dengan terlalu mengikuti gaya berpikir bangsa barat.
Dengan masuknya kebudayaan barat ke
Indonesia, di samping efek negatifnya, kita juga dapat mengilhami efek
positifnya. Berikut ini adalah yang seharusnya kita dapat pahami dari masuknya
kebudayaan barat di Indonesia:
a. Industri Development atau
Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh industri transportasi dan
komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa menjadi lebih kuat dan lebih
bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri, dengan menggunakan tenaga
dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan mengurangi pengangguran yang
ada di Indonesia
b. Perubahan Pola Berpikir dan
Sikap. Dampak dari modernisasi dan globalisasi dari banga barat seharusnya bisa
mengubah pola pikir bangsa Indonesia dari yang Irrasional menjadi Rasional.
Dengan tujuan untuk berpola pikir secara maksimal guna menjadikan fondasi yang
kuat bagi bangsa Indonesia yang bermanfaat untuk kemajuan dan kehidupan rakyat
Indonesia.
c. Kemajuan IPTEK. Kemajuan
teknologi informasi dengan penyaringan yang baik dapat menimbulkan peranan
aktif dalam membangun bangsa. Karena berkat inovasi dalam teknologi, kita
mendapat kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi masalah dan memotivasi untuk
lebih maju.
Selain dampak positif, tentu ada
juga dampak negatifnya antara lain:
a. Adanya kesenjangan sosial.
Masyarakat cenderung individualisme karena mereka sudah merasa mempunyai sarana
yaitu teknologi sendiri dan tidak membutuhkan bantuan orang lain dalam
kehidupannya.
b.Banyak barang impor di Indonesia.
Barang produksi luar negeri yang diimpor merajalela dalam pasar Indonesia.
Dampaknya barang produksi dalam negeri menjadi kurang laku dan kurang banyak
yang membeli.
Keterkaitan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan
merupakan konsep suatu hubungan yang saling bertautan satu dengan yang lain.
Antara penduduk dan masyarakat, dan antara masyarakat dan kebudayaan itu
sendiri saling mempunyai hubungan-hubungan mendasar.
Penduduk, masyarakat, dan budaya adalah 3 suatu hal yang
sangat berkaitan, dimana suatu penduduk atau warga yang tinggal di suatu
daerah, saling berinteraksi dan memiliki kesamaan-kesamaan. Penduduk dan
masyarakat yang tinggal di suatu daerah juga memiliki kebudayaan dan tradisi
yang berbeda-beda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar