
Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang telah dimiliki oleh seseorang sejak dirinya dalam kandungan. Hak asasi manusia berlaku secara universal dan memiliki dasar yang tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat. Di Indonesia, hak asasi manusia tercantum dalam undang-undang dasar tahun 1945, yakni pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1.
Macam-macam hak asasi manusia yang sudah pasti dimiliki oleh setiap manusia yaitu seperti hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan pekerjaan, hak kemerdekaan dan keamanan, hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum, hak untuk masuk atau keluar wilayah suatu negara, hak untuk memiliki suatu benda, hak untuk mengeluarkan pendapat, hak bebas dalam memeluk agama, hak untuk berdagang, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. Salah satu dari hak asasi manusia yang berkaitan dengan judul yang saya buat adalah hak untuk mendapatkan pendidikan dan hak untuk mendapatkan pekerjaan.
Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan manusia. Hal ini berarti setiap manusia terutama warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan diharapkan untuk selalu berkembang. Pendidikan secara umum memiliki makna bahwa seuatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri untuk dapat melangsungkan kehidupan. Sehingga dapat menjadi seseorang yang terdidik. Dengan kita mendapatkan pendidikan, itu berarti kita dididik untuk menjadi orang yang berguna bagi Bangsa dan Negara.
Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan adalah pendidikan informal dalam keluarga, kemudian pendidikan formal di sekolah, dan pendidikan nonformal di lingkungan masyarakat. Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari, dengan sadar atau tidak seseoran sudah mendapatkannya sejak ia baru lahir. Proses pendidikan ini berlangsung seumur hidup sehingga peran keluarga terutama orangtua sangat penting bagi anak. Orangtua mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang yang tiada habisnya dan tidak terhitung nilainya.
Sedangkan pendidikan formal merupakan pendidikan yang didapat seseorang dan wajib bagi seseorang untuk mendapatkannya. Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia memang diperlukan untuk mencapai Indonesia yang lebih maju. Mengenai mutu pendidikan di Indonesia, khususunya tingkat keberhasilan seorang guru untuk mendidik anak didiknya. Guru sebagai media pendidik memberikan ilmunya sesuai dengan standar pendidikan yang harus dicapai oleh anak didik. Lembaga pendidikan (sekolah) sebagai lembaga formal yang diberikan tugas untuk mendidik serta peran sekolah sangat besar sebagai sarana tukar pikiran diantara peserta didik.Kemudian pendidikan nonformal adalah pendidikan di luar sekolah, yaitu pendidikan yang diperoleh seseorang secara teratur dan terarah. Berhubung karena pendidikan nonformal lebih mudah disesuaikan dengan keadaan seseorang dan lingkungan, maka pendidikan nonformal lenih terhadap kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, apabila kita berinteraksi dengan mereka di lingkunan masyarakat, maka mereka akan menilai mana orang terdidik dan tidak terdidik. Di zaman modern ini diharapkan masyarakat Indonesia khusunya generasi muda bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat agar tidak terbawa dalam kancah perkembangan zaman. Itulah pentingnya menjadi seseorang yang terdidik baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Berkaitan dengan pentingnya msyarakat Indonesia dalam mendapatkan pendidikan yang layak, saya selaku mahasiswi dari salah satu Universitas Swasta di Depok dapat menyimpulkan bahwa belum semua masyarakat Indonesia bisa mendapatkan haknya tersebut, yaitu hak untuk mendapatkan pendidikan. Hal ini sangat berkaitan dengan judul artikel yang saya ambil, yaitu maraknya kasus pembegalan di Indonesia, khususnya di Depok.
Akhir-akhir ini Kota Depok sedang menjadi trending topic kasus pembegalan, kurang lebih 10 pembegalan terjadi di berbagai titik rawan di Kota Depok. Dari beberapa pelaku pembegalan, sudah banyak yang tertangkap polisi, namun pembegalan masih saja terjadi dengan pelaku yang berbeda. Dari tangkapan polisi, pelaku pembegalan tidak hanya pria saja, namun juga terdapat beberapa wanita yang juga terlibat dalam aksi pembegalan tersebut. Mirisnya lagi, dari pelaku pembegalan yang tertangkap, diantaranya adalah anak-anak remaja berusia belasan tahun. Saya selaku remaja Indonesia sungguh ironis sekali mendengar fakta tersebut. Anak-anak yang seharusnya masih duduk di bangku SMP dan SMA itu sudah melakukan aksi kejahatan dan pembunuhan seperti itu. Saya pikir mungkin mereka sedang terpengaruh minuman keras ataupun obat terlarang sehingga memiliki aksi senekat itu.
Tidak dapat dibayangkan betapa sedihnya keluarga pelaku tersebut melihat bahwa anaknya melakukan aksi sekejam itu. Apakah ini salah satu dari akibat kurangnya pendidikan di Indonesia? Menurut saya, iya. Mereka mungkin berasal dari kalangan bawah yang memiliki perekonomian sangat minim untuk memperoleh pendidikan. Jika ditelusuri, mungkin memang benar mereka tidak memiliki dana untuk melanjutkan sekolah, kemudian mengangur. Mereka bingung harus seperti apa, mungkin minat sekolah mereka tinggi. Tetapi apalah daya jika minat bersekolah tinggi dikalahkan dengan mahalnya biaya pendidikan di Indonesia ini. Kemudian lingkungan menjadi pengaruh besar baginya. Kerasnya lingkungan perkotaan jika tidak diimbangi dengan bekal pendidikan yang kuat maka akan terbawa arus kehidupan, salah satunya kejahatan. Ya, mungkin menurut mereka tidak ada jalan keluar untuk masalah hidup yang dijalaninya tersebut, sehingga munculah pikiran untuk berbuat kejahatan bahkan pembunuhan sekalipun. Mereka mungkin berpikir bahwa dengan membegal mereka akan mendapatkan harta secara instan tanpa bekerja keras, hasilnya mereka mendapatkan motor si korban, perhiasan si korban, dan harta lainnya. Mereka pasti pernah berpikir bahwa pendidikan yang tidak mereka miliki tidak akan bisa menjadi pengantar untuk mencari pekerjaan yang halal, terdorong pula dari umur mereka yang masih sangat muda akan lebih mudah untuk berpikir pendek.
Sementara korban pembegalan juga ada yang langsung dibunuh di lokasi kejadian . Terbayang seperti apa rasa duka yang dirasakan oleh keluarga korban? Sangat sedih tentunya. Menurut berita yang ditayangkan di televisi, korban pembegalan tidak hanya laki-laki saja, bahkan wanita. Pelaku pembegalan biasanya mengincar pengendara motor yang berkendara sendirian di malam hari.
Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mendapatkan hak pendidikan yang layak dan hak untuk mendapatkan pekerjaan yang seharusnya hak-hak tersebut dapat dimilki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Saya menyarankan bahwa hak untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan harus lebih ditegakkan dan diratakan ke seluruh masyarkat Indonesia. Mungkin dari hal kecil seperti didirikannya sekolah untuk anak-anak yang mengamen di jalan, untuk anak-anak yang meminta-minta dan untuk anak-anak pengangguran lainnya. Dengan begitu mereka akan mendapatkan sentuhan pendidikan untuk bekal mereka menghadapi lingkungan perkotaan yang bisa dibilang kejam. Atau setidanya dengan mendapatkan pendidikan, mereka tidak mempunyai pikiran pendek untuk berbuat kejahatan dan pembunuhan. Bahkan sebaliknya, mereka menjadi seseorang yang terdidik yang bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan.
x