Rabu, 14 Oktober 2015

DAMPAK PENGUNAAN HANDPHONE PADA MASYARAKAT PEDESAN


 
Kemajuan teknologi yang tidak diiringi dengan kemajuan kualitas sumber daya manusia, atau yang kerap disebut cultural lag, memang kerap kali menjadi kendala modernisasi di lingkungan pedesaan. Namun ternyata bukan hanya hambatan saja yang tercipta darinya, berbagai masalah penyimpangan sosial juga bisa tumbuh subur dengan dipupuki oleh kemajuan teknologi, yang juga merupakan bagian dari modernisasi.
Dalam kasus yang banyak terjadi di desa Purwodadi, kecamatan Tembarak, kabupaten Temanggung, dan mungkin tidak hanya didaerah tersebut, melainkan di kebanyakan masyarakat pedesaan juga terjadi hal serupa, anak-anak yang orang tuanya bukan orang kaya sekalipun bisa memiliki handphone berfasilitas kamera, motor keren, bahkan mungkin orang tuanya terpaksa berhutang untuk memenuhi keinginan anaknya. Para orang tua yang masih memiliki cara berpikir “ndeso”, tidak benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan “anak jaman sekarang”. Sehingga ketika anak-anaknya menginginkan sesuatu dengan dalih, “jaman sekarang, kalau tidak punya barang itu, bisa begini, begini, dan begini”, maka mereka pun akan langsung berusaha memenuhinya. Sekalipun bila anak-anak mereka menyodorkan produk berharga tinggi seperti, misalnya handphone mid end berfasilitas kamera dan mp3, dengan mudahnya anak-anak mereka berkata,” Yang ada ininya ya, yang seperti ini”, padahal ada handphone dengan harga lebih murah walau tentu berfitur standar.
Padahal sebenarnya, anak-anak muda itu tidak atau mungkin belum membutuhkan fasilitas secanggih itu, selain untuk kebutuhan “gaya-gayaan” dan hanya mengikuti trend. Fasilitas-fasilitas canggih itu justru memicu munculnya penyimpangan sosial seperti kasus video porno di handphone dan kebut-kebutan di jalan umum.
Bagaimana upaya para orang tua mengendalikan anaknya ? Seringkali terdengar dari pengakuan para orang tua yang lelah pulang bekerja, “ Jaman sekarang memang beda dengan dulu, apa yang dibutuhkan di zaman sekarang juga pasti berbeda. Kita hanya orang-orang kuno yang tidak bisa memahami kebutuhan anak zaman sekarang.”. Benarkah demikian ? Sebenarnya, bukan para orang tua itu yang ketinggalan jaman, melainkan pengetahuan mereka tentang teknologi yang rendah, dimanfaatkan oleh anak-anak mereka demi memenuhi kebutuhan tersier belaka.
Sebenarnya jika dipergunakan dengan bijak, maka handphone memiliki banyak sekali manfaat. HP bisa digunakan untuk berkomunikasi lewat jarak jauh. Kalau dahulu untuk mengirim pesan kita harus susah payah ke kantor pos dan menulis alamat yang selengkap-lengkapnya agar surat kita sampai ke tujuan. Namun, sekarang cukup menggunakan aplikasi di HP , kita bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa batasan waktu, tempat maupun jarak, kita sudah bisa saling tukar menukar ide, informasi, dan hal-hal lain lewat SMS atau aplikasi lainnya. Untuk bercakap-cakap dengan katakanlah ayah kita yang kebetulan sedang bekerja diluar kota, maka hanya perlu menekan tombol dial pada HP dan kita sudah bisa berkomunikasi tanpa harus terkendala dengan jarak.
Selain itu, aplikasi pada HP yang semakin canggih memungkinkan kita mengakses informasi-informasi yang jika dimanfaatkan dengan positif, maka hasilnya juga akan positif. Katakanlah HP yang bisa mengakses internet, maka kita bisa browsing dan tidak mustahil masyarakat yang ada di pedesaan bisa mencari informasi mengenai pupuk, alat-alat pertanian mutakhir dan lain sebagainya. Namun kenyataannya penggunaan HP dikalangan masyarakat desa belum terlalu optimal. Seandainya penggunaan HP bisa dioptimalkan dalam hal positif, bisa dibayangkan jika pemuda-pemuda desa menggunakan kecanggihan HP miliknya untuk membantu orang tuanya dalam hal mencarikan informasi terkait pertanian, sehingga penghasilan keluarga bisa meningkat. Tidak malah menggunakannya untuk mengakses dan menyimpan video-video porno sehingga memicu terjadinya penyimpangan-penyimpangan.
Selain maraknya penyimpangan yang dilakukan oleh pemuda desa, dampak yang lain yang timbul dari penggunaan handphone yaitu kurangnya interaksi masyarakat akibat intensitas pertemuan antar anggota masyarakat yang mulai berkurang. Contoh yang kecil katakanlah dalam keluarga. Dulu ketika lebaran, hal penting selain membayar zakat dan sholat ‘iid dan hukumnya “wajib” bagi masyarakat umum yaitu silaturraami, berjabat tangan dan bertegur sapa saling memaafkan secara langsung. Namun dengan kecanggihan masa kini, dimungkinkan untuk kita tidak harus bertatap muka dan berjabat tangan secara langsung jika sekedar mau bermaaf-maafan, bisa dengan telpon, SMS, video call dan fitur-fitur lain. Ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat pedesaan saat ini telah terjadi pergeseran nilai yang dulu sangat amat dijunjung tinggi yaitu nilai kebersamaan dan saling bersilaturahmi. Menurut Ferdinant Tonnies, masyarakat pedesaan yang dicirikan sebagai masyarakat Gemeinschaft memiliki ciri salah satunya yaitu kepentingan bersama lebih dominan dengan kata lain kehidupan bersama ikatan lahiriah yang bersifat jangka panjang. Indikatornya yaitu adanya nilai yang menjunjung tinggi kebersamaan. Namun, adanya teknologi informasi dan komunikasi yang berbentuk HP maka nilai kebersamaan ini pada masyarakat desa mulai berkurang, intensitas pertemuan dengan tatap muka langsung dan berinteraksi secara langsung juga berkurang, sehingga menyebabkan pergeseran kebudayaan kebersamaan yang ada pada masyarakat pedesaan.
            Belum lagi masalah peningkatan urbanisasi juga tidak sedikit yang disebabkan oleh hal ini. Kebanyakan anak muda di desa ini menganggap hebat bila ada yang bisa bekerja di kota besar seperti Jakarta atau menjadi TKI di luar negeri. Sebab seakan-akan telah terjadi pergeseran pemikiran para pemuda desa yang menganggap jika bisa keluar desa untuk merantau, entah itu ke kota-kota besar atau keluar negeri, maka telihat keren, gaya, pulang setahun sekali, bisa menenteng tas besar (entah isinya apa?), berpakaian dan berpenampilan necis, bisa terlihat keren, gaya dan sedang trend. Akibatnya, tidak sedikit yang malah terpancing masuk ke pergaulan bebas, dunia undercover kota besar, ataupun terlibat kasus TKI ilegal. Akibat yang lain yaitu angka pekerja muda pertanian semakin berkurang. Sehinga ketika panen tiba, para petani sulit mencari buruh tani untuk membantu pekerjaan disawah. Jika terpaksa tidak bisa menangani pekerjaan disawah sendiri, mereka harus mencari buruh tani dari luar desa yang itupun jika dapat yang sudah berumur.  Tidak hanya petani dengan lahan yang luas yang resah, petani kecilpun juga mulai bingung karena usia mereka mulai lanjut akan ttetapi tidak ada generasi penerus yang meneruskan pekerjaan disawah. Dikhawatirkan maka mereka suatu hari akan menjual sawah mereka karena memang usia sudah tida mendukung bekerja keras disawah dan lebih lagi karena tidak adanya anak-anak mereka yang meneruskan pekerjaan disawah karena pergeseran pola pemikiran pemuda desa yang lebih suka bekerja dsektor non-agraris, meskipu itu bekerja jadi buruh pabrik atau apapun yang penting tetapbersih dan jauh dari lumpur sawah.
            Fenomena diatas dari perspektif sosiologi dapat dipahami sebagai gejala pergeseran nilai dan budaya yang ada dimasyarakat pedesaan. Jika dahulu bekerja disawah adalah pekerjaan utama, tapi tidak untuk saat ini. Banyak pemuda yang malah keluar desa dan bekerja diluar agraris. Padahal Indonesia adalah Negara agraris disamping Negara maritime. Namun jika para pemuda, generasi penerus orang-orang tua semakin meninggalkan budaya turun temurun tersebut, maka bila kita memberikan prediksi ekstrim mengenai kehidupan ini bisa saja kelak petani-petani akan menggunakan iklan untuk mencari buruh tani yang bisa diupah. Ini menunjukkan pula pergeseran struktur social yang ada pada masyarakat pedesaan. Atau bahkan bisa saja kelak label Indonesia sebagai Negara agraris perlahan tapi pasti hilang dan berganti dengan Negara yang kehilangan jati dirinya.
Kasus ini menghasilkan kesimpulan bahwa penggunaan teknologi maupun inovasi dibidang pertanian akan memberikan dampak bagi masyarakat desa, baik itu dampak positif maupun dampak negative yang mengena pada segi-segi kehidupan masyarakat pedesaan.
Dampak positifnya berbanding dengan dampak negatifnya. Dampak positifnya. Dampak masuknya teknologi dan inovasi tersebut menimbulkan perubahan struktur, kultur dan interaksional di pedesaan. Perubahan dalam suatu aspek akan merembet ke aspek lain. Namun, yang perlu ditekankan lagi adalah apakah dampak yang timbul itu bisa bersifat positif maupun negative tergantung bagaimana cara kita memandang atas fenomena yang timbul akibat masuknya teknologi dan informasi tersebut. Mungkin saja kita mengira teknologi maupun inovasi yang masuk pada masyarakat pedesaan itu banyak yang berdampak positif, akan tetapi kenyatanya masyarakat desa merasakan dampak yang sebaliknya. Kenapa demikian? Karena kita memaksakan melihat dan menginterpretasikan fenomena tersebut dengan sudut pandang kita dan tidak berusaha memahami petani dari sudut pandang mereka sendiri.
Sumber: Wikipedia


What Do You Mean of Individu?

                Individu adalah unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Individu juga berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.

                Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan makan dalam satu periuk. Suatu keluarga setidaknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Terdiri dari orang-orang yang memiliki ikatan darah atau adopsi.
2.  Anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan     mereka membentuk satu rumah tangga.
3. Memiliki satu kesatuan orang-orang  yang berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak dan saudara.
4.  Mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.

                Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Unsur-unsur suatu masyarakat terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
a. Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak
b. Telaah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.
c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.




Nusantara Indonesiaku

            Penduduk adalah orang yang secara hukum berhak tinggal di suatu daerah atau wilayah tersebut, dan mempunyai bukti kewarganegaraan yang sah. Penduduk dalam ilmu sosiologi juga disebut sebagai kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
            Penduduk-penduduk di setiap negara di seluruh dunia, menempati wilayah dan alam serta geografis tertentu. Menurut data yang dihimpun dari Biro Statistik masing-masing negara, kepadatan penduduk dunia berdasarkan jumlah penduduknya diurutkan dari Asia, Afrika, Amerika, Eropa, dan terakhir Oceania. Asia mendominasi dengan jumlah penduduk sekitar 4,2 milyar orang. Kemudian disusul Afrika dengan sekitar 1 milyar orang. Lalu Amerika dengan sekitar 950 juta orang. Serta Eropa dan Oceania masing-masing dengan sekitar 700 juta dan 35 juta orang. Dengan jumlah penduduk dunia di masing-masing benua ini, estimasi jumlah penduduk dunia tahun 2012 sudah mencapai 7 Milyar orang. Sungguh jumlah yang lumayan signifikan menghitung pada tahun 2005 penduduk dunia terhitung 6,5 Milyar orang. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan penduduk atau faktor-faktor demografi antara lain yaitu; struktur umur, struktur perkawinan, paritas, disrupsi perkawinan, proporsi perkawinan, dll.

            Angka Kematian Kasar atau Crude Death Rate adalah angka yang menghitung dan menunjukkan jumlah kematian penduduk per 1000 penduduk dalam suatu wilayah tertentu pada pertengahan tahun tertentu. Adapun rumus menghitung angka kematian kasar adalah:
CDR = Jumlah kematian penduduk dalam tahun tertentu/Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tententu X 1000 orang (bilangan konstan)
            Angka Kematian Khusus atau Age Spesific Death Rate (ASDR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1000 penduduk pada golongan umur tententu dalam satu tahun. Adapun rumus menghitung angka kematian khusus adalah:)
ASDR = Jumlah kematian penduduk umur tententu dalam satu tahun/Jumlah penduduk umur tententu dalam satu tahun X 1000 orang (bilangan konstan)

            Migrasi juga merupakan salah satu faktor-faktor pertambahan dan pengurangan penduduk di suatu wilayah tertentu. Migrasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi demografi dan tingkat kepadatan penduduk di wilayah tertentu. Migrasi sendiri adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke suatu wilayah lainnya. Migrasi terdiri dari Migrasi Internasional dan Migrasi Nasional. Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain yang melewati batas teritorial suatu negara. Imigrasi dan Emigrasi merupakan salah jenis-jenis migrasi internasional. Sedangkan Migrasi Nasional adalah perpindahan internal atau dari suatu wilayah ke wilayah yang lainnya dalam lingkup suatu negara tertentu. Jenis-jenis Migrasi Nasional yaitu antara lain salah satunya adalah Transmigrasi. Transmigrasi merupakan salah satu contoh dari migrasi. Transmigrasi adalah salah satu tujuan pemerintah untuk mengurangi kepadatan penduduk dalam suatu wilayah dengan memindahkan penduduk itu sendiri dari wilayah yang rate kepadatan penduduknya tinggi ke wilayah yang tingkat kepadatan penduduknya rendah guna mendukung jalannya perekonomian negara itu sendiri. Prosesnya yaitu dengan memindahkan penduduk yang berminat untuk mengembangkan kemampuan dan jasanya serta hidup tinggal di daerah selain di Jawa contohnya yang mempunyai kepadatan penduduk yang paling tinggi ke Kalimantan yang rata-rata kepadatan penduduknya belum terlalu tinggi. Dampak, akibat, dan manfaat dari transmigrasi ini sendiri antara lain: Hidupnya perekonomian wilayah yang dijadikan lahan transmigrasi, Meningkatkan taraf hidup masyarakat penduduk, Terjadi lalu lintas budaya dan persilangan yang berdampak pada pertambahan budaya, dan Terciptanya hidup saling rukun, menghormati, dan menghargai sebagai warna negara suatu negara agar saling menguntungkan satu sama lain.

            Struktur penduduk suatu negara biasanya menggunakan kriteria umur atau berdasarkan umur untuk struktur negaranya. Struktur penduduk berdasarkan kriteria umur antara lain:
a.     Penduduk muda: Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya muda dengan kisaran umur 0-14 tahun
b.    Penduduk dewasa: Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun
c.     Penduduk tua:  Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya tua dengan kisaran umur  65 tahun ke atas

            Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka dimana sebagian besar nteraksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
            Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompo orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya juga dapat diartikan sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompeks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat, dan setiap kecakapan dan kebiasaan.
            Kemajuan teknologi informasi atau IPTEK memang tidak dapat dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena pada jaman dengan kemajuan teknologi informasi yang modern ini, setiap orang berinteraksi melalui berbagai macam perangkat teknologi yang sudah menjamur dimana-mana. Karena kemajuan IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk mencegah punahnya budaya asli di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali hilang. Kebudayaan masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi ke generasi tetap terjaga dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk mempertahankan budaya asli kita dari invasi budaya barat pun terasa sangat sulit diwijudkan. Apalagi untuk sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak orang yang tidak peduli. Yang jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita sendiri bangsa Indonesia yang mau melestarikan dan mempertahankan kebudayaan asli kita sendiri ?! Apakah hati dan perasaan nasionalisme kita tergerak hanya setelah negara lain mencuri satu per satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah bangsa lain mencurinya baru kita peduli dan teriak  serta berkoar-koar dengan lantang tanpa kita sadari sebelumnya ?! Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, harus pintar dalam menyeleksi budaya asing yang secara pesat masuk ke Indonesia!

            Kemajuan dalam era modern seperti memang perlu. Tetapi bukan dengan yang namanya modern lalu sesuatu yang berbau dahulu itu dilupakan. Kita harus tetap menanam dan mempertahankan apa yang sudah kita punya dari dahulu sebagai identitas bangsa Indonesia. Sepertinya rakyat Indonesia lebih menyukai budaya bangsa barat yang berasaskan kebebeasan yang sebebas-bebasnya. Bukan dengan meniru adab berpakaian mereka yang bebas atau meniru kebiasaan budaya barat seperti menenggak alkohol tanpa aturan dan resep dokter atau juga dengan terlalu mengikuti gaya berpikir bangsa barat.

            Dengan masuknya kebudayaan barat ke Indonesia, di samping efek negatifnya, kita juga dapat mengilhami efek positifnya. Berikut ini adalah yang seharusnya kita dapat pahami dari masuknya kebudayaan barat di Indonesia:
            a. Industri Development atau Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh industri transportasi dan komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa menjadi lebih kuat dan lebih bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri, dengan menggunakan tenaga dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia
            b. Perubahan Pola Berpikir dan Sikap. Dampak dari modernisasi dan globalisasi dari banga barat seharusnya bisa mengubah pola pikir bangsa Indonesia dari yang Irrasional menjadi Rasional. Dengan tujuan untuk berpola pikir secara maksimal guna menjadikan fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia yang bermanfaat untuk kemajuan dan kehidupan rakyat Indonesia.
            c. Kemajuan IPTEK. Kemajuan teknologi informasi dengan penyaringan yang baik dapat menimbulkan peranan aktif dalam membangun bangsa. Karena berkat inovasi dalam teknologi, kita mendapat kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi masalah dan memotivasi untuk lebih maju.

            Selain dampak positif, tentu ada juga dampak negatifnya antara lain:
            a. Adanya kesenjangan sosial. Masyarakat cenderung individualisme karena mereka sudah merasa mempunyai sarana yaitu teknologi sendiri dan tidak membutuhkan bantuan orang lain dalam kehidupannya.
            b.Banyak barang impor di Indonesia. Barang produksi luar negeri yang diimpor merajalela dalam pasar Indonesia. Dampaknya barang produksi dalam negeri menjadi kurang laku dan kurang banyak yang membeli.

            Keterkaitan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan merupakan konsep suatu hubungan yang saling bertautan satu dengan yang lain. Antara penduduk dan masyarakat, dan antara masyarakat dan kebudayaan itu sendiri saling mempunyai hubungan-hubungan mendasar.

            Penduduk, masyarakat, dan budaya adalah 3 suatu hal yang sangat berkaitan, dimana suatu penduduk atau warga yang tinggal di suatu daerah, saling berinteraksi dan memiliki kesamaan-kesamaan. Penduduk dan masyarakat yang tinggal di suatu daerah juga memiliki kebudayaan dan tradisi yang berbeda-beda. 

Senin, 15 Juni 2015

Siti Maharani (Demon Crazy)


Hasil gambar untuk DEMOKRASI
Demon Crazy alias demokrasi ini merupakan sebuah potongan contoh bentuk demokrasi Indonesia yang masih belajar dan penuh dengan ketidak jujuran. “Demon” yang berarti setan dan “crazy” yang berarti gila menggambarkan bahwa demokrasi yang dipandang sebagai suatu bentuk politik modern juga berisi orang-orang tak bertanggung jawab yang dipenuhi hawa nafsu dan gila dunia sehingga bertindak seolah utusan setan yang sesat dengan beribu pencitraan yang dibuat olehnya.
Ratu Suryani (Ameilia Nurdyati Dewi) seorang politikus rakus akan harta dan tahta mencalonkan diri menjadi Bupati Kabupaten Tangerang. Jika seharusnya menjadi pejabat adalah suatu amanah yang harus dipertanggung jawabkan demi kepentingan rakyat, bagi Ratu menjadi bupati adalah jalan menuju kekayaan dan popularitas. Ratu sangat ambisius hingga semua jalan pun akan ditempuhnya demi tercapai ambisinya. Anaknya, Ajeng (Dian Zidni O) yang mempunyai watak tak jauh dari sang bunda sangat manja dan tak ingin merasa sedikitpun kekurangan. Kehidupannya yang serba ada dan mewah, membuatnya lupa bahwa dunia ini berputar, dan tak selamanya berada di atas.
Siti Maharani (Mutia Syahidah) seorang pengacara muda lulusan law faculty Harvard University dipercaya oleh Ratu untuk menjadi penasehat hukum sekaligus tangan kanannya di dunia politik. Suatu hari, ia menyuruh Siti untuk datang ke rumahnya dengan maksud meminta bantuan serta strategi politik untuk menghadapi pilkada yang akan segera dilangsungkan beberapa bulan lagi. Siti, yang sedari dulu dekat dengan Ratu sebenarnya kurang suka terhadap wataknya yang tamak dan seringkali berbuat seenaknya. Hanya saja, ia merasa segan karena dahulu Ratu lah yang membantu membiayainya hingga ia lulus kuliah.
Sesuai dengan dugaannya, ternyata benar bahwa Ratu meminta bantuan bagaimana caranya agar ia terpilih menjadi bupati pada saat pilkada nanti. Namun, yang tak disangka, di saat itu juga Ratu memberinya hadiah sebuah mobil yang langsung diberikan begitu saja kepada Siti. Dalam benak Siti, jelas saja bagaimanapun juga ia harus mengusahakan dengan keras agar usahanya berhasil memuaskan keinginan Ratu. Namun, itu pun berarti bahwa Siti harus melakukan segala cara agar usahanya berhasil, meski dalam hati kecilnya ia tahu ini salah, dan jika diteruskan itu pun berarti ia telah menghianati janjinya terhadap Tuhan, orang tua, Negara, bahkan pada profesinya sendiri.
Karena hatinya yang selalu dihantui rasa bersalah, Siti akhirnya menemui kedua sahabatnya dan berniat untuk meminta pendapat apa yang harus dilakukannya. Radjiman (Markaz Sanubari) dan Mulyadi (M Fauzan Akbar) yang memiliki watak berbeda pun memberi masukan berbeda untuk Siti. Radjiman yang polos namun jujur meminta agar Siti tidak meneruskan niatnya semula dalam membantu Ratu, karena itu jelas melanggar hukum, gelar yang bahkan disandang oleh Siti sendiri. Itu pun bagian dari KKN dengan bukti mobil mewah di tangan Siti yang bisa berakibat buruk untuknya jika saja semua kecurangan Ratu terbongkar. Radjiman menuturkan, bahwa Indonesia dengan kondisi politik yang memprihatinkan  selalu mengartikan demokrasi sebagai kebebasan rakyat, namun tidak pada kenyataannya, dan sebagai generasi muda berwawasan tinggi haruslah berusaha mengubahnya dengan memulai pada diri sendiri dengan menjauhi hal-hal yang bisa menodai makna hakiki demokrasi tersebut. Namun, Mulyadi yang dikenal cerdas justru menyeru Siti agar ia meneruskan niat awalnya karena itu sangat menguntungkan. Selain itu, menurut Mulyadi, kecurangan-kecurangan yang kerap dilakukan oleh para pejabat sudahlah dianggap lazim di Indonesia, sehingga sudah menjadi rahasia umum yang tidak lagi dianggap sebagai suatu kesalahan. Siti bimbang, namun ia mencerna setiap perkataan sahabatnya dan berusaha mensinkronkan dengan hati kecilnya. Di akhir perbincangan, akhirnya Radjiman menyarankan agar Siti melaporkan ratu ke pihak KPK untuk segera ditindak lanjuti. Hal ini bukan hanya untuk Siti seorang, melainkan demi menyelamatkan Tangerang tercinta, Indonesia, bahkan untuk diri Ratu dan keluarganya sendiri pada akhirnya.
Tak berapa lama setelah perbincangan Siti dengan kedua sahabatnya, akhirnya ia menemui tantenya, Cahya Ningsih (Umul Khotimah) yang juga seorang petugas KPK karena ia telah jenuh dan lelah berada dalam kegelisahan dan ketidak tenangan hidup. Siti pun segera menyerahkan barang bukti berupa hadiah mobil yang diberikan Ratu serta berkas-berkas lain yang bisa dijadikan barang bukti kepada rekan tantenya, Nasrun (Lukman Arif). Dalam hatinya, ia meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Ratu namun ia tahu bahwa ini adalah hal benar, dan yang terbaik untuk membalas jasa-jasa Ratu, karena jika Siti menuruti kemauan Ratu, itu akan tambah menyesatkannya suatu hari nanti, bahkan di akhirat kelak.
Seminggu setelah ia melapor ke pihak KPK, semua berkas yang telah ia berikan pun telah diurus dan menjadi bukti yang kuat untuk menangkap Ratu. Akhirnya, setelah melakukan rencana yang matang, petugas KPK (Lukman Arif dan Umul Khotimah) menangkap Ratu yang sedang bersama dengan anaknya. Ajeng sang anak merasa sangat terpukul dengan tertangkapnya sang bunda. Namun, mirisnya yang lebih ia takutkan bukanlah kehilangan sang bunda ataupun merasa bersalah akan tetapi yang lebih ia takutkan adalah semua harta sang bunda akan disita dan ia tak akan memiliki apa-apa lagi untuk dibanggakan dihadapan teman-temannya.
Dengan tertangkapnya Ratu, Siti merasa bersyukur karena telah menyelamatkan dirinya sendiri dari ketidak jujuran. Selain itu, ia merasa lega karena setidaknya ia telah menggagalkan satu bentuk KKN dengan melawan hawa nafsunya sendiri sebagai salah satu bentuk pengabdian terhadap Negara dan profesi yang disandangnya.
Sekian cerita yang dapat kami sampaikan, sekiranya semoga memberi pelajaran betapa susah namun berharganya menjaga komitmen, janji, dan tanggung jawab baik dalam hal profesi, kepentingan oang banyak, bahkan tanggung jawab dalam keluarga seperti dalam mendidik anak seperti yang digambarkan dalam cerita di atas. Untuk lebih jelasnya, klik link ini  https://youtu.be/FOOaG-5FCBY
Demokrasi, sekalipun kita belum memahami betul bagaimana pengaplikasian yang sebenarnya, setidaknya kita bisa melakukan satu hal baik namun berdampak besar dalam menjaga kesuciannya. Doa kami selalu untuk Indonesia tercinta, semoga menjadi Negara yang terus berusaha bangkit dari keterpurukan meski akibat ulah penguasa dan rakyatnya sendiri. Amin.
Hasil gambar untuk DEMOKRASIHasil gambar untuk DEMOKRASI  
https://youtu.be/FOOaG-5FCBY

Senin, 27 April 2015

Dreams that will become true!

"SARJANA TEKNIK" Dua kalimat yang menjadi target saya sampai saat ini.  Kemudian apa cita-cita saya setelah menjadi sarjana? Banyak! Meskipun saya masih duduk di semester dua, tapi saya sudah mempunyai planning untuk 3 tahun dong tentunya. Ini dia cita-cita saya yang sudah disusun, cekidotttt.

Pertama, target saya dalam menyelesaikan sarjana yaitu selama 4 tahun! Aamiin. Kemudian saya langsung melamar kerja ke beberapa perusahaan terkemuka di Cilegon yang sesuai dengan kriteria saya, kenapa saya memilih di Kota Cilegon, karena domisili asli saya memang di Cilegon dan Cilegon salah satu Kota Industri terbesar. Daftar perusahaan yang akan saya tuju diantaranya yaitu, PT. Krakatau Steel, PT. Asahimas Chemical, PT. Posco, PT. Chandra Asri, dan PT. Comsteel. 

Dalam kondisi dimana banyak pimpinan perusahaan menghadapi masalah peningkatan daya saing, maka para pimpinan perusahaan harus mampu memperbaiki kualitas dan produktivitas, menekan biaya, dan mempercepat waktu penyerahan barang. Nah maka dari itu diperlukan lulusan teknik industri, karena teknik industri memang mengajarkan kompetensi atau kemampuan untuk permasalahan ini. Disiplin teknik industri diharapkan mampu menyelamatkan uang perusahaan, itu sebabnya banyak perusahaan yang kemeduian merekrut lulusan teknik industri dan mempromosikan dalam posisi manajemen karena orang teknik industri dianggap bisa memeahami proses sekaligus melihat proses produksi tidak hanya sebagai proses aliran material saja.

Sebenarnya saya ingin bekerja diperusahaan apa saja, yang penting sesuai dengan bidang saya, yaitu bidang industri. Setelah saya bekerja di perusahaan tersebut saya akan memperbaiki kualitas dan produktivitas, menekan biaya, bahkan mempercepat waktu penyerahan barang perusahaan yang saya tempati kelak.

Kedua, setelah saya bekerja kurang lebih satu tahun di perusahaan yang saya tempati, saya akan terus meningkatkan kinerja saya supaya bisa bekerja secara maksimal sesuai target perusahaan yang harus ditempuh. Dengan begitu pimpinan perusahaan akan melihat kinerja saya yang sangat baik dan saya dengan mudah untuk naik pangkat.

Ketiga, saya ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat S2 jika diizinkan oleh perusahaan dan keluarga saya.  Disamping saya bekerja di perusahaan kelak dan melanjutkan pendidikan S2, saya juga ingin mulai berbisnis. Salah satu Bisnis yang saya impikan yaitu membuat peternakan kucing yang sukses, aamiin hehehe. Kenapa saya memilihi berbisnis kucing? Karena sayang sangat suka dan sayang sama kucing, dan menurut saya cukup mudah untuk memulainya dari awal.

Nah dengan seperti itu, saya akan menjadi seorang engineer sekaligus enteurpreneur yang sukses! Aamiin^_^


Minggu, 29 Maret 2015

Maraknya Kasus Pembegalan Salah Satu Cermin Lemahnya HAM

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang telah dimiliki oleh seseorang sejak dirinya dalam kandungan. Hak asasi manusia berlaku secara universal dan memiliki dasar yang tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat. Di Indonesia, hak asasi manusia tercantum dalam undang-undang dasar tahun 1945, yakni pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1.


Macam-macam hak asasi manusia yang sudah pasti dimiliki oleh setiap manusia yaitu seperti hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan pekerjaan, hak kemerdekaan dan keamanan, hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum, hak untuk masuk atau keluar wilayah suatu negara, hak untuk memiliki suatu benda,  hak untuk mengeluarkan pendapat, hak bebas dalam memeluk agama, hak untuk berdagang, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. Salah satu dari hak asasi manusia yang berkaitan dengan judul yang saya buat adalah hak untuk mendapatkan pendidikan dan hak untuk mendapatkan pekerjaan.


Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan manusia. Hal ini berarti setiap manusia terutama warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan diharapkan untuk selalu berkembang. Pendidikan secara umum memiliki makna bahwa seuatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri untuk dapat melangsungkan kehidupan. Sehingga dapat menjadi seseorang yang terdidik. Dengan kita mendapatkan pendidikan, itu berarti kita dididik untuk menjadi orang yang berguna bagi Bangsa dan Negara.


Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan adalah pendidikan informal dalam keluarga, kemudian pendidikan formal di sekolah, dan pendidikan nonformal di lingkungan masyarakat. Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari, dengan sadar atau tidak seseoran sudah mendapatkannya sejak ia baru lahir. Proses pendidikan ini berlangsung seumur hidup sehingga peran keluarga terutama orangtua sangat penting bagi anak. Orangtua mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang yang tiada habisnya dan tidak terhitung nilainya.


Sedangkan pendidikan formal merupakan pendidikan yang didapat seseorang dan wajib bagi seseorang untuk mendapatkannya. Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia memang diperlukan untuk mencapai Indonesia yang lebih maju. Mengenai mutu pendidikan di Indonesia, khususunya tingkat keberhasilan seorang guru untuk mendidik anak didiknya. Guru sebagai media pendidik memberikan ilmunya sesuai dengan standar pendidikan yang harus dicapai oleh anak didik. Lembaga pendidikan (sekolah) sebagai lembaga formal yang diberikan tugas untuk mendidik serta peran sekolah sangat besar sebagai sarana tukar pikiran diantara peserta didik.Kemudian pendidikan nonformal adalah pendidikan di luar sekolah, yaitu pendidikan yang diperoleh seseorang secara teratur dan terarah. Berhubung karena pendidikan nonformal lebih mudah disesuaikan dengan keadaan seseorang dan lingkungan, maka pendidikan nonformal lenih terhadap kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, apabila kita berinteraksi dengan mereka di lingkunan masyarakat, maka mereka akan menilai mana orang terdidik dan tidak terdidik. Di zaman modern ini diharapkan masyarakat Indonesia khusunya generasi muda bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat agar tidak terbawa dalam kancah perkembangan zaman. Itulah pentingnya menjadi seseorang yang terdidik baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.


Berkaitan dengan pentingnya msyarakat Indonesia dalam mendapatkan pendidikan yang layak, saya selaku mahasiswi dari salah satu Universitas Swasta di Depok  dapat menyimpulkan bahwa belum semua masyarakat Indonesia bisa mendapatkan haknya tersebut, yaitu hak untuk mendapatkan pendidikan. Hal ini sangat berkaitan dengan judul artikel yang saya ambil, yaitu maraknya kasus pembegalan di Indonesia, khususnya di Depok.


Akhir-akhir ini Kota Depok sedang menjadi trending topic kasus pembegalan, kurang lebih 10 pembegalan terjadi di berbagai titik rawan di Kota Depok. Dari beberapa pelaku pembegalan, sudah banyak yang tertangkap polisi, namun pembegalan masih saja terjadi dengan pelaku yang berbeda. Dari tangkapan polisi, pelaku pembegalan tidak hanya pria saja, namun juga terdapat beberapa wanita yang juga terlibat dalam aksi pembegalan tersebut. Mirisnya lagi, dari pelaku pembegalan yang tertangkap, diantaranya adalah anak-anak remaja berusia belasan tahun. Saya selaku remaja Indonesia sungguh ironis sekali mendengar fakta tersebut. Anak-anak yang seharusnya masih duduk di bangku SMP dan SMA itu sudah melakukan aksi kejahatan dan pembunuhan seperti itu. Saya pikir mungkin mereka sedang terpengaruh minuman keras ataupun obat terlarang sehingga memiliki aksi senekat itu.


Tidak dapat dibayangkan betapa sedihnya keluarga pelaku tersebut melihat bahwa anaknya melakukan aksi sekejam itu. Apakah ini salah satu dari akibat kurangnya pendidikan di Indonesia? Menurut saya, iya. Mereka mungkin berasal dari kalangan bawah yang memiliki perekonomian sangat minim untuk memperoleh pendidikan. Jika ditelusuri, mungkin memang benar mereka tidak memiliki dana untuk melanjutkan sekolah, kemudian mengangur. Mereka bingung harus seperti apa, mungkin minat sekolah mereka tinggi. Tetapi apalah daya jika minat bersekolah tinggi dikalahkan dengan mahalnya biaya pendidikan di Indonesia ini. Kemudian lingkungan menjadi pengaruh besar baginya. Kerasnya lingkungan perkotaan jika tidak diimbangi dengan bekal pendidikan yang kuat maka akan terbawa arus kehidupan, salah satunya kejahatan. Ya, mungkin menurut mereka tidak ada jalan keluar untuk masalah hidup yang dijalaninya tersebut, sehingga munculah pikiran untuk berbuat kejahatan bahkan pembunuhan sekalipun. Mereka mungkin berpikir bahwa dengan membegal mereka akan mendapatkan harta secara instan tanpa bekerja keras, hasilnya mereka mendapatkan motor si korban, perhiasan si korban, dan harta lainnya. Mereka pasti pernah berpikir bahwa pendidikan yang tidak mereka miliki tidak akan bisa menjadi pengantar untuk mencari pekerjaan yang halal, terdorong pula dari umur mereka yang masih sangat muda akan lebih mudah untuk berpikir pendek.


Sementara korban pembegalan juga ada yang langsung dibunuh di lokasi kejadian . Terbayang seperti apa rasa duka yang dirasakan oleh keluarga korban? Sangat sedih tentunya. Menurut berita yang ditayangkan di televisi, korban pembegalan tidak hanya laki-laki saja, bahkan wanita. Pelaku pembegalan biasanya mengincar pengendara motor yang berkendara sendirian di malam hari.


Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya mendapatkan hak pendidikan yang layak dan hak untuk mendapatkan pekerjaan yang seharusnya hak-hak tersebut dapat dimilki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Saya menyarankan bahwa hak untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan harus lebih ditegakkan dan diratakan ke seluruh masyarkat Indonesia. Mungkin dari hal kecil seperti didirikannya sekolah untuk anak-anak yang mengamen di jalan, untuk anak-anak yang meminta-minta dan untuk anak-anak pengangguran lainnya. Dengan begitu mereka akan mendapatkan sentuhan pendidikan untuk bekal mereka menghadapi lingkungan perkotaan yang bisa dibilang kejam. Atau setidanya dengan mendapatkan pendidikan, mereka tidak mempunyai pikiran pendek untuk berbuat kejahatan dan pembunuhan. Bahkan sebaliknya, mereka menjadi seseorang yang terdidik yang bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan. 

x